Notification

×

Iklan

Iklan

Menyalakan Asa dari Kampung : ‎Malaka Muda Karya Gaungkan Pentingnya Pendidikan Usia Dini di Cisuren

Sabtu, 07 Februari 2026 | 7:35 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T12:54:21Z

 


detikhumas | Cibunian-Pamijahan, Bogor | Di sebuah sudut perkampungan yang tenang di Kampung Cisuren RT 01 RW 16, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, semangat belajar anak-anak tampak berbeda. Tawa anak-anak, permainan edukatif, dan interaksi hangat antara pemuda/i dan warga masyarakat menjadi gambaran hidup dari sebuah gerakan sosial pendidikan yang digagas oleh komunitas Malaka Muda Karya.” (Rabu, 05 Februari 2026)

Di tengah masih terbatasnya akses dan pemahaman sebagian masyarakat terhadap pendidikan formal, para relawan hadir membawa pesan sederhana namun fundamental : pendidikan adalah fondasi masa depan. Melalui sosialisasi yang komunikatif, para orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan anak sejak dini, termasuk informasi tentang kewajiban anak menempuh pendidikan hingga usia 13 tahun sesuai regulasi yang berlaku.


Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh mahasiswa dan pemuda, dengan melibatkan langsung anak-anak serta mendapat dukungan penuh dari warga masyarakat setempat. Lebih dari sekadar kegiatan belajar, program ini menjadi ruang dialog, harapan, dan kesadaran baru tentang pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Pemuda/i yang tergabung dalam Malaka Muda Karya hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyampaikan pesan penting : pendidikan harus dimulai sejak dini, dengan pendekatan yang menyenangkan dan manusiawi. Kegiatan ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para orang tua.


Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang ramah anak. Anak-anak diajak bermain sambil belajar, mengenal huruf, membaca, berhitung, serta berinteraksi secara aktif melalui pendampingan langsung. Metode ini dipilih agar proses belajar terasa menyenangkan dan mampu menumbuhkan minat anak untuk bersekolah sejak dini.

Antusiasme anak-anak terlihat jelas. Dengan wajah polos penuh rasa ingin tahu, mereka mengikuti setiap aktivitas dengan semangat. Sementara itu, para orang tua menyambut kegiatan ini dengan keterbukaan dan rasa syukur, menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.


Upaya ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan peran pendidikan dalam menentukan masa depan generasi muda.

‎Pendekatan yang digunakan pun dibuat ramah anak. Anak-anak diajak bermain sambil belajar, mengenal huruf, membaca, berhitung, serta mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan minat belajar dan kecintaan terhadap sekolah. Antusiasme anak-anak terlihat jelas, mencerminkan potensi besar yang tumbuh jika diberi ruang dan pendampingan yang tepat.


Ketua kegiatan sekaligus pentolan komunitas Malaka Muda Karya, Ferdiansyah Firdaus, mengungkapkan rasa haru atas respons positif yang diberikan masyarakat.

‎“Saya merasa bersyukur, bahagia, dan terharu melihat antusiasme anak-anak serta dukungan dari warga setempat. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, memperkuat rasa kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat untuk terus bergerak dan berbagi,” ujar Ferdiansyah Firdaus saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang mengapresiasi kehadiran para pemuda/i dan mahasiswa/i di lingkungannya. Salah satu tokoh masyarakat Kampung Cisuren menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi warga.

‎“Kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan. Anak-anak jadi semangat belajar, orang tua pun jadi lebih sadar pentingnya pendidikan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan nyata di lingkungan masyarakat, di mana masih terdapat keterbatasan pemahaman dan akses terhadap pendidikan formal. Melalui gerakan Malaka Muda Karya, para pemuda dan mahasiswa berupaya hadir sebagai jembatan harapan, memperkuat nilai kepedulian sosial, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat akar rumput.

‎Lebih dari sekadar kegiatan sehari, aksi ini menjadi simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, dari kampung, oleh generasi muda yang peduli dan berani bergerak.

Kegiatan ini menjadi penting karena menyentuh akar persoalan pendidikan di masyarakat yaitu : kesadaran. Kesadaran orang tua tentang peran pendidikan usia dini, serta kesadaran anak bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan beban. Dari sinilah diharapkan lahir generasi yang lebih siap, percaya diri, dan memiliki motivasi kuat untuk menempuh pendidikan formal.

Melalui kegiatan ini, para pemuda dan mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif terhadap masa depan anak-anak bangsa. Sebuah langkah kecil dari kampung, namun sarat makna bagi masa depan pendidikan. (Jurnalis_Kang - L)

×
Berita Terbaru Update